Rabu, Februari 27, 2019

Gado-Gado Jatirogo

Advertisement **
Gado-Gado di Jatirogo - Tuban

Salah satu makanan khas Indonesia yang sudah tidak asing lagi di pendengaran kita sebagai warga negara yang memiliki bermacam suku dan budaya ini adalah Gado-gado.
Gado-gado adalah salah satu makanan tradisonal Indonesia yang berupa sayur-sayuran, yang dicampur dengan bumbu kacang atau biasa disebut saus kacang, yaitu saus yang terbuat dari kacang tanah yang dihaluskan. Sayuran yang  disertai irisan telur rebus itu disiram dengan saus kacang atau bumbu kacang, dan  pada umumnya banyak yang menambahkan kentang rebus dan lontong yang diiris kecil-kecil.  Kemudian di atasnya ditaburi bawang goreng dan edikit emping goreng atau bisa juga memakai kerupuk udang sebagai pelengkap dan untuk menambah citarasa gado-gado.

Di kota-kota besar, misalnya di kota Surabaya atau kota-kota lain di Indonesia, biasanya sangat mudah sekali untuk mendapatkan makanan tradisonal ini karena sudah banyak bertebaran penjual gado-gado, baik di restoran mewah sampai di pedagang kaki lima yang sering mangkal di pinggir jalan raya. Namun untuk di daerah-daerah pedesaan atau di kota kecamatan, masih jarang ditemukan penjual gado-gado atau bahkan tidak ada sama sekali untuk suatu daerah karena memang terkadang jarang peminatnya.

Bagi masyarakat Jatirogo dan sekitarnya, yang penasaran atau ingin mencicipi atau bahkan sedang ngidam ingin makan gado-gado, tidaklah terlalu sulit untuk mendapatkan makanan khas Indonesia ini karena di Jatirogo sudah ada beberapa warung atau penjual gado-gado yang biasa mangkal di pinggir jalan raya Jatirogo. Dan salah satunya adalah penjual  gado-gado yang ada di jalan raya timur Jatirogo, atau di sebelah timur lampu merah (bangjo) Jatirogo, lebih tepatnya di sebelah rumah praktek dokter Susi.

Menurut penulis, gado-gado yang dijual di gerobak kaki lima yang ada di sebelah rumah praktek dokter Susi ini rasanya tak kalah nikmat dengan rasa gado-gado kelas restoran mewah. Harga kere rasa oke bahasa gaulnya. Hehe,..
Terbukti! baru beberapa bulan berjualan, sudah banyak sekali pelanggan yang ketagihan dengan rasa gado-gado milik Cak Sulis, pria asal kota soto Lamongan ini. Termasuk penulis sendiri yang sudah beberapa kali makan gado-gado racikan Cak Sulis ini.

Untuk masalah harga, sangatlah terjangkau untuk kantong orang desa. Seperti yang sudah saya sebut  di atas, 'Harga kere rasa oke!'. Gado-Gado Cak Sulis dijual  dengan harga Rp.6000 per porsinya. Dan meski harga ndeso, tetapi soal rasa tak kalah dengan Gado-Gado kelas restoran mewah.

Bagi para pecinta kuliner terutama makanan tradisonal khas Indonesia yaitu Gado-gado, silahkan buktikan dan nikmati cita rasanya.

Gado-gado milik Cak Sulis buka setiap hari mulai jam 7 pagi hingga jam 1 siang, bertempat di pinggir jalan raya timur Jatirogo atau sebelah timur lampu bangjo. Lebih tepatnya di sebelah rumah praktek dokter Susi.

Demikian sekilas info kuliner makanan tradisional Gado-Gado yang ada di wilayah kecamatan Jatirogo dan sekitarnya.

Artikel Terkait

Gado-Gado Jatirogo
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

3 komentar

Jumat, 01 Maret 2019 20.49.00 WIB Delete

Waahh!! Harganya murah kang cuma 6000 ribu.. Bentuk sajiannya pun tak bedanya dengan gado2 pada umumnya..

Ditempatku gado2 paling murah 15Ribu. 😢😢

Reply
avatar
Kamis, 07 Maret 2019 13.33.00 WIB Delete

Iya, kang. Harga makanan di desa memang sangat jauh bedanya dg harga makanan di kota besar. Tetapi Dado-Gado yang tersebut di atas meski dibanderol dengan harga kere, tetapi rasanya sangat oke. Hehe

Reply
avatar
Rabu, 20 Maret 2019 01.14.00 WIB Delete

Bikin ngiler. Aku terakhir makan gado2 dua bulan yang lalu 😂 jauh soalnya tempat belinya di kota. Sementara kalo di kampung yang jualannya musiman kalau ada acara2 tertentu misal pemilu 😂

Reply
avatar