Minggu, September 09, 2018

Tujuh Belasan Desa Sekaran Jatirogo

Acara Tujuh belasan Desa Sekaran Jatirogo


    Setiap tahun, setiap bulan Agustus, di beberapa daerah di Indonesia selalu ramai oleh kegiatan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia yang tepat pada tanggal 17 Agustus 1945.
    Sabtu, 08 September 2018, di desa Sekaran, Jatirogo - Tuban acara peringatan hari kemerdekaan yang ke 73 Republik Indonesia diperingati dengan kesenian tradisional ketoprak Satrio Budoyo dari desa Ketodan Jatirogo, sebagai bentuk dari cinta tanah air dan cinta budaya bangsa.
    Peringatan tujuh belasan atau peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia tercinta di berbagai daerah selalu diperingati dengan berbagai acara atau kegiatan seperti acara perlombaan balap karung, panjat pinang, karnaval, dan lain-lain. Dan sebagai puncaknya, biasanya menghadirkan acara pengajian, panggung hiburan, atau acara lain untuk memeriahkan kegiatan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa.
    Lain halnya dengan daerah lain, di desa Sekaran, sebuah pelosok desa yang ada di kecamatan Jatirogo ini menghadirkan kesenian tradisional ketoprak Satrio Budoyo sebagai puncak acara memperingati hari kemerdekaan RI.
    Di Jatirogo dan sekitarnya, kesenian tradisional ketoprak masih sangat diminati oleh masyarakat. Sehingga kepala desa dan juga para panitia peringatan tujuh belasan ini atas permintaan masyarakat desa Sekaran menghadirkan kesenian tradisional ketoprak sebagai bentuk kecintaannya pada budaya serta untuk melestarikan budaya bangsa tersebut.

    Ketoprak Satrio Budoyo dalam rangka peringatan hari kemerdekaan yang 73 Republik Indonesia di desa Sekaran, Jatirogo, ini membawakan lakon 'Dharma Wangsa Ngratu'.
    Panggung hiburan acara peringatan hari kemerdekaan Indonesia di desa Sekaran yang terletak di samping kantor balai desa Sekaran sangat meriah dan ramai dihadiri oleh para penonton dari warga masyarakat desa setempat dan beberapa warga desa sekitar. Hal ini sebagai bukti bahwa warga masyarakat desa Sekaran - Jatirogo dan sekitarnya masih menyukai kesenian tradisional yaitu ketoprak.
    Demikian sekilas ulasan acara peringatan tujuh belasan atau peringatan hari kemerdekaan yang ke 73 Republik Indonesia di desa sekaran, Jatirogo.

Senin, Agustus 20, 2018

Karnaval HUT ke 73 RI di Jatirogo

Kemeriahan Karnaval Jatirogo Dalam Rangka HUT ke 73 RI


    Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke 73 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh wilayah di Indonesia, baik di kota maupun yang ada di desa-desa, selalu ramai oleh berbagai perlombaan maupun kegiatan-kegiatan lain yang diadakan dalam rangka menyambut ulang tahun kemerdekaan 17 Agustus.

    Minggu, 19 Agustus 2018 kemeriahan Karnaval umum dalam rangka menyambut dirgahayu kemerdekaan republik Indonesia kembali diadakan. Pawai karnaval umum di Jatirogo - Tuban, yang diikuti oleh sekolah-sekolah di Jatirogo dan kalangan masyarakat umum ini menampilkan berbagai macam replika dan penampilan karakter-karakter pewayangan. Ada replika mummi, Buto ijo, dan lain-lain. Ada pula karakter tokoh punakawan dalam kisah pewayangan. 
     
    Banyak di antara warga masyarakat Jatirogo dan sekitarnya yang berbondong-bondong menyaksikan tontonan gratis yang diadakan setiap bulan Agustus dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ini. Bahkan setiap tahunnya banyak sekali warga masyarakat yang datang dari luar Jatirogo, seperti dari Bangilan, Senori, Kenduruan, Sale, dan lainnya untuk melihat kemeriahan karnaval 17-an ini. Sehingga sepanjang pinggiran jalan yang dilalui oleh peserta karnaval selalu penuh sesak oleh penonton. 

    Yang unik dari karnaval umum Jatirogo dalam rangka memperingati hari  kemerdekaan Indonesia adalah para peserta karnaval bukan hanya berjalan dengan berbagai busana adat yang mereka kenakan, tetapi juga ada pertunjukan tari-tarian sesuai dengan busana adat atau lakon yang dibawakan oleh para peserta karnaval. Dan mungkin karena hal itulah yang membuat kemeriahan karnaval di Jatirogo ini selalu dipenuhi oleh penonton.

Kamis, April 12, 2018

Sedekah Bumi Desa Sekaran

Sedekah Bumi Desa Sekaran - Jatirogo - Tuban

Pesonadesa.info, Seperti yang telah kita ketahui, salah satu adat atau tradisi suatu daerah yang hingga saat ini masih dilestarikan oleh penduduk setempat adalah sedekah bumi.
    Sedekah bumi merupakan suatu upacara adat yang dilaksanakan untuk melambangkan rasa syukur manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rezeki melalui bumi, berupa segala bentuk hasil bumi. Upacara ini sangat populer di indonesia, khususnya di pulau Jawa.

    Upacara adat sedekah bumi biasanya dilaksanakan di tanah lapang suatu desa atau wilayah yang mengadakannya. Tetapi yang paling sering, upacara adat sedekah bumi ini biasanya dilaksanakan di tempat atau punden desa setempat. Namun seiring perkembangan zaman, upacara adat sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah melimpahkan rezeki melalui hasil bumi ini ada yang melaksanakannya dalam bentuk selamatan atau syukuran di masjid atau di balai desa setempat.
   
Upacara adat sedekah bumi desa Sekaran, Jatirogo - Tuban. 
Seperti pada desa-desa lain, baik yang ada di kabupaten Tuban sendiri maupun di desa-desa lain di luar wilayah kabupaten Tuban, desa Sekaran - Jatirogo, pada hari Kamis tanggal 12 April 2018, pun melaksanakan upacara adat yang telah berlangsung sejak lama. Upacara adat sedekah bumi desa Sekaran - Jatirogo, dilaksanakan di Punden Desa, yaitu di makam Mbah Buyut atau leluhur desa yang berada di sisi Utara desa Sekaran, dan berdekatan dengan pemakaman umum.
Sedekah bumi desa Sekaran
Foto² oleh : Irawati
    Upacara adat sedekah bumi desa Sekaran ini biasanya dilaksanakan setelah musim panen pada setiap tahunnya.     Keramaian acara adat sedekah bumi di desa Sekaran sangatlah meriah sekali. Pada malam hari H-nya saja sudah dilaksanakan acara melekan semalam suntuk. Kemudian pada pagi harinya, acara puncak dimulai. Hampir seluruh penduduk desa setempat saling berbondong-bondong ke tempat diadakannya acara sedekah bumi. Laki-laki dan perempuan, anak-anak hingga orang dewasa sangat antusias menghadiri upacara adat tersebut. Bahkan banyak pula para perantau yang pulang ke kampung halaman ketika akan dilaksanakannya upacara adat ini.
    Upacara yang dibuka dengan doa keselamatan dan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rezeki dalam bentuk hasil bumi ini sangat meriah. Puncak kemeriahan upacara adat sedekah bumi desa Sekaran - Jatirogo, adalah ketika diadakannya tabur uang ke udara. Ya, tabur uang recehan atau uang logam ini biasa dilakukan oleh para penduduk desa setempat dengan tujuan untuk memeriahkan acara. Dan para penduduk yang hadir, terutama anak-anak, dengan teriakan kegembiraannya menyambut taburan uang logam yang ditabur oleh para penduduk. Mereka berebut uang recehan yang ditabur ke udara tersebut setelah jatuh ke tanah. Bukan hanya anak-anak, tetapi ada juga para orang dewasa baik laki-laki maupun perempuan yang turut berebut uang logam yang ditabur dalam kemeriahan upacara adat sedekah bumi di desa Sekaran ini.

    Demikian sedikit ulasan tentang upacara adat sedekah bumi desa Sekaran, Jatirogo - Tuban. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan tentang jalannya acara tersebut.

Jumat, Maret 16, 2018

Jajanan Tradisional Kue Dumbek

Kue Dumbek


    Kue dumbek adalah jajanan khas dari daerah Tuban dan Rembang. Namun, kue dumbek atau makanan ringan yang manis dan legit yang terbuat dari adonan tepung beras, santan dan gula Jawa yang dibungkus dengan daun lontar berbentuk kerucut ini juga bisa dijumpai di beberapa daerah di pesisir Utara pulau Jawa, seperti Lasem, Blora, Pati dan juga Kudus.
    Di beberapa daerah, kue dumbek ada yang dibungkus dengan janur atau daun kelapa yang masih muda. Namun untuk daerah Tuban dan Rembang, kue dumbek masih tetap dibungkus dengan daun lontar untuk menjaga ke-khas-annya.


Dumbek Plumpang 


     Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan membahas jajanan kue dumbek yang berasal dari daerah Tuban, yaitu dari kecamatan Plumpang.
    Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah teman saya yang berada di kecamatan Plumpang, Tuban - Jawa Timur. Seperti orang desa kebanyakan, ketika ada tamu dari luar daerah, tentu saja sibuk mencarikan suguhan berupa jajanan atau makanan ringan sebagai penghormatan untuk tamunya tersebut.
    Beberapa jajanan kue tersedia dihadapan saya. Tetapi karena perut udah kenyang karena dalam perjalanan saya sudah mampir ke warung untuk makan, maka saya belum mencicipi jajanan yang tersuguhkan tersebut meski  sang tuan rumah beberapa kali menyuruh saya untuk mencicipinya. Dan ketika salah satu jajanan favorit saya di waktu saya masih kecil itu datang, waow,... Perut saya yang semula kenyang, tiba-tiba menjadi tergoda untuk segera mencicipi jajanan yang baru saja disuguhkan tersebut. Kue dumbek. Ya.... Kue dumbek adalah makanan atau jajanan favorit saya sejak kecil. Dulu di waktu saya masih di usia sekolah dasar, saya sering kali meminta untuk dibelikan kue dumbek ketika ibu saya pergi ke pasar. Bahkan setiap nenek saya ke pasar, selalu membelikan kue dumbek untuk saya.

    Dulu, kue dumbek sangat mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional yang ada di wilayah kabupaten Tuban. Di penjual-penjual sayur keliling pun, kue dumbek sangat mudah didapatkan. Namun untuk saat ini, kue dumbek sudah sangat jarang sekali ditemukan. Kue dumbek yang termasuk kue tradisional atau jajanan khas daerah ini sebenarnya sungguh sangat disayangkan kalau sampai musnah dari peredaran. Entah karena kalah bersaing dengan kue-kue modern yang dapat bertahan lama saat disimpan, kue dumbek saat ini mulai jarang diproduksi. Hanya tinggal beberapa orang saja yang masih bertahan untuk membuat kue dumbek ini.
    Seperti cerita dari teman saya, kue dumbek di wilayah kecamatan Plumpang untuk saat ini sepertinya juga sudah mulai jarang ada yang memproduksi. Terbukti di pasar kecamatan Plumpang sendiri, tidak banyak yang menjualnya dan hanya beberapa menit saja kue dumbek sudah habis dikulak oleh para penjual lain untuk dijual kembali.
    Kue dumbek Plumpang ini memiliki ke-khas-annya sendiri, yaitu kekenyalannya lebih kenyal dari beberapa kue dumbek yang pernah saya makan. Warnanya coklat tua dan tentunya sangat manis dan legit saat dikunyah.
Kue Dumbek

    Selain dari kecamatan Plumpang, kue dumbek juga ada yang dari wilayah kecamatan Semanding, dan juga dari kecamatan Bancar pun saya juga pernah menjumpainya. Namun di setiap wilayah rupanya memiliki ciri khas tersendiri dalam membuat kue dumbek ini. Karena dari setiap kue dumbek yang pernah saya makan dari daerah lain selalu memiliki perbedaan warna, rasa serta kekenyalannya.


Sejarah Kue Dumbek 


    Menurut beberapa sumber, sejarah kue dumbek adalah makanan atau camilan favorit para wali pada jaman dahulu. Makanan dumbek seringkali menjadi suguhan ketika ada tamu yang datang ke rumah.
    Seperti diketahui, pesisir Utara pulau Jawa menjadi sasaran dakwah para wali karena kawasan pesisir Utara sangat setrategis sebagai pusat perdagangan dan jalur diplomasi melalui marirtim. Dan kabupaten Tuban sendiri termasuk salah satu kawasan di pesisir Utara pulau Jawa yang menjadi pusat penyebaran agama islam oleh para wali,  sehingga kue dumbek yang menjadi makanan favorit para wali ini menjadi jajanan khas di daerah Tuban dan sekitarnya, termasuk juga Rembang, Pati, dan juga Kudus. 
    Di Rembang, kue dumbek menjadi jajanan wajib pada saat perayaan sedekah bumi sebagai kelengkapan makanan tradisonal. Sedangkan di Pati, kue dumbek masuk dalam daftar jajanan kuno dalam festifal kuliner tempo dulu.

    Nah, itulah sedikit ulasan tentang kue dumbek jajanan khas dari daerah Tuban Jawa Timur dan Rembang Jawa Tengah. 

Sabtu, Januari 27, 2018

Desa Wisata Guwoterus

Desa Wisata Guwoterus - Wisata Berbasis Sedekah


Pariwisata, saat ini telah menjadi primadona setiap warga. Tidak dipungkiri, setiap musim liburan pasti banyak sekali warga desa terutama para muda-mudi yang antusias sekali untuk mengunjungi tempat-tempat wisata.
    Kabupaten Tuban, terkenal memiliki banyak sekali panorama keindahan alam yang layak untuk dikelola dan dijadikan tempat wisata. Saat ini sudah banyak tempat-tempat di wilayah kabupaten Tuban yang telah diubah menjadi tempat wisata. Seperti , Sendang Asmoro yang ada di desa Ngino - Semanding dan juga Rumah Pohon di Jatirogo.

Foto: reyvan.my.id

    Nah, salah satu desa lainnya yang ada di wilayah kabupaten tepatnya di kecamatan Montong, yaitu desa Guwoterus, saat ini juga memanfaatkan panorama keindahan alam desanya untuk dikelola menjadi destinasi wisata. Dan desa wisata ini letaknya sangat dekat dengan jalan raya atau jalur penghubung dari kecamatan Montong dan sekitarnya menuju ke kecamatan Singgahan, Bangilan, Senori, dan Jatirogo. Bisa dikatakan jalur ini adalah jalan pintas dari kota Tuban ke kecamatan Singgahan dan sekitarnya.
    Karena letaknya berada di tepi jalan raya, tidak terlalu sulit untuk sampai ke tempat wisata yang bernama Desa Wisata Guwoterus, wisata berbasis sedekah ini. Tempatnya sangat mudah dijangkau, baik dari kota Tuban maupun dari kota Bojonegoro.

    Untuk rutenya, sobat pembaca bisa menyimak postingan sebelumnya di blog ini yaitu Watu Lawang Desa Guwoterus. Dan watu lawang yang telah saya sebutkan pada postingan sebelumnya itu yang saat ini sudah dikelola sebagai destinasi wisata. Tempatnya yang sejuk, karena berada di antara tebing yang mengapit jalan raya yang berkelok, akan menambah suasana liburan di tempat ini menjadi lebih nyaman.

    Di tempat wisata alam berbasis sedekah ini terdapat juga sepeda alam, ternak burung dara, kuliner burung dara, kerajinan bambu, taman baca siaga, radio Siaga FM, dan river tubing, yaitu wisata memacu adrenalin dengan menyusuri sungai yang ada di desa Guwoterus.

    Selesai menikmati pemandangan alam di Desa Wisata Guwoterus, pengunjung dapat menikmati tempat wisata lain yang jaraknya tak begitu jauh dari wisata yang terkenal dengan watu lawangnya ini.
    Sumber air krawak dan air terjun ngelirip, adalah tujuan wisata lainnya jika kita berkunjung ke Desa Wisata Guwoterus. Letaknya yang tak terlalu jauh, sangat disayangkan jika kita sudah berkunjung ke desa wisata guwoterus tetapi tidak mengunjungi Sumber air sungai krawak dan Air terjun ngelirip. Dan juga Goa Putri Asih dapat menjadi pilihan lain yang patut dikunjungi saat kita sudah berkunjung ke desa wisata guwoterus.
    Namun kabarnya, goa putri asih, river tubing, sepeda alam, ternak burung dara, kuliner burung dara, kerajinan bambu, taman baca siaga dan radio Siaga FM sudah menjadi satu paket wisata di desa wisata guwoterus dengan harga paket yang sangat terjangkau, sesuai paket wisata yang kita pilih.

    Nah, itulah sedikit ulasan tentang tempat wisata atau destinasi wisata baru yang ada di kabupaten Tuban, yaitu Desa Wisata Guwoterus - Wisata Berbasis Sedekah.

Senin, November 06, 2017

Rumah Pohon TPK Jatirogo

Discovery of Forest Perhutani KPH Kebonharjo


Pesonadesa.info, Satu lagi, tempat wisata di wilayah kabupaten Tuban yang saat ini sedang dikembangkan atau dikelola adalah Discovery of Forest Perhutani KPH Kebonharjo. Atau juga biasa dikenal dengan sebutan rumah pohon TPK Jatirogo. Disebut rumah pohon karena terdapat beberapa rumah yang dibangun di antara pepohonan rindang.


Discovery of Forest Perhutani KPH Kebonharjo ini sangat cocok dikunjungi untuk bersantai ria menikmati kesejukan alam bersama teman maupun keluarga. Karena berada di bawah pepohonan yang tumbuh rindang, membuat suasana sangat teduh. Juga sangat cocok dijadikan tempat nongkrong bagi para muda-mudi. Dan bagi yang ingin mengambil foto untuk Prewedding, tempat ini juga sangatlah menarik untuk dijadikan lokasi pengambilan foto.

Selain terdapat beberapa rumah pohon, di tempat ini juga ada beberapa Saung atau gubuk kecil sebagai tempat untuk bersantai. Di area tempat wisata yang berada di kecamatan Jatirogo ini juga terdapat cafe dan resto. Menikmati menu cafe dengan nuansa kesejukan embus angin, membuat suasana bersantai menjadi lebih romantis.


Untuk lokasi, tempat wisata keluarga ini sangat mudah sekali dijangkau dari berbagai wilayah yang ada di Tuban dan sekitarnya. Tempat wisata yang masuk wilayah kelurahan Wotsogo ini lokasinya sangat mudah dijangkau. Dari Tuban kota, bisa dijangkau melalui jalur pantura, maupun melalui jalan pintas Merakurak - Montong - Bangilan - Jatirogo. Tetapi melalui jalur pantura lebih mudah untuk menjangkaunya karena jalurnya tak banyak belokan. Dari kota Tuban, lurus saja ke arah jurusan Semarang. Kemudian belok kiri di pertigaan Bulu, Bancar (pertigaan masjid besar Sukolilo, Bancar, Tuban/lihat papan penunjuk arah). Dari pertigaan Bulu, kita lurus saja mengikuti jalur ke arah Jatirogo. Dan ketika sudah sampai di terminal Jatirogo, berarti kita sudah sampai di lokasi, dikarenakan tempat wisata ini tepat berada di tepi jalan raya. Atau lebih tepatnya di samping terminal bus Jatirogo.

Sedangkan bagi yang datang dari arah Bojonegoro, juga sangat mudah sekali menjangkau tempat wisata rumah pohon ini. Dari kota Bojonegoro, ambil saja arah jurusan ke Jatirogo. Seperti yang telah tersebut di atas, karena tempatnya tepat di tepi jalan raya dan bersebelahan dengan terminal bus Jatirogo, tentu tidaklah sulit untuk mencari lokasi Discovery of Forest Perhutani Kebonharjo. Sebelum masuk ke terminal Jatirogo, pengunjung yang datang dari arah Bojonegoro akan sampai di pintu masuk tempat wisata ini.

Bagi yang datang dari arah Rembang pun, sangatlah mudah untuk sampai di tempat wisata ini. Ada dua jalur pilihan yang dapat dilalui. Bisa melalui jalur pantura, dan juga melalui Sale, Jawa Tengah.

Dan bagi yang menggunakan jasa angkutan umum, baik yang dari arah kota Tuban, Rembang, maupun yang dari kota Bojonegoro, juga terdapat angkutan umum berupa bus mini yang dapat kita tumpangi untuk sampai di lokasi rumah pohon TPK Jatirogo ini. Jadi, tak perlu bingung lagi untuk sampai di tempat wisata ini.

Untuk tiket masuk, sangatlah murah meriah. Untuk satu kendaraan roda dua, kita hanya membayar Rp.2000 saja untuk sekali masuk. Dan kita sudah dapat berkeliling menikmati keteduhan suasana di Discovery of Forest Perhutani KPH Kebonharjo. Sedangkan untuk kendaraan roda empat, saya kurang kurang tahu, karena kemarin saat masuk ke sana, saya menggunakan sepeda motor. hehe

Jadi, tunggu apalagi. Silahkan saja menikmati keteduhan dan kesejukan alam di Discovery of Forest Perhutani KPH Kebonharjo, saat berkunjung ke kabupaten Tuban, terlebih jika saat berada di kecamatan Jatirogo. Sungguh sangat disayangkan jika kita tidak mengunjunginya.

Selamat bersantai ria menikmati keindahan dan pesona alam.

Rabu, Oktober 25, 2017

Pesona Wana Wisata Pantai Sowan

Pesona Wana Wisata Pantai Sowan Tuban


Pesonadesa.info, Kabupaten Tuban yang terletak di bagian Utara pulau Jawa, memang memiliki beberapa pantai yang terbentang dari ujung Timur sampai ujung barat kabupaten Tuban. Dan beberapa pantai pun dikelola untuk dijadikan tempat wisata yang salah satunya adalah pantai sowan. Pantai sowan merupakan objek wisata alam yang berupa pantai, yang ada di sebelah barat kabupaten tuban, tepatnya Desa Bogorejo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Objek wisata pantai sowan ini menawarkan eksotisme alam dan pantai. Wisata Pantai Sowan di Tuban memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi.

    Pantai Sowan merupakan obyek wisata yang memiliki pemandangan alam yang indah dan eksotis. Tempat wisata pantai sowan ini lebih dikenal dengan sebutan ‘Wana Wisata Sowan’. Sepeti yang tertulis pada papan nama yang terpasang di pintu masuk kawasan wisata. Saat akan memasuki area pantai, para pengunjung akan disambut oleh deretan pepohonan yang membuat suasana terasa lebih sejuk. Selain tempat untuk berwisata, di pantai sowan juga dapat menjadi tempat bersantai untuk menggali inspirasi sambil duduk-duduk dengan menikmati keindahan alamnya. Selain itu kita juga bisa melihat aktivitas para nelayan yang memenagkap ikan di laut. Untuk kita yang hobi berkemah, juga sangat cocok menikmati pesona pantai sambil menikmati ikan bakar yang dapat kita beli dari para nelauan.

    Meskipun nama dari objek wisata ini 'Pantai sowan' karena memang tempat pantainya ada di dusun Sowan, tetapi oleh penduduk sekitar, tempat ini lebih dikenal dengan sebutan TPK. Karena tempat wisata ini dulunya memang merupakan Tempat Penyimpanan Kayu (TPK) milik perhutani. Meski sekarang sudah tidak digunakan sebagai tempat penyimpanan kayu, tetapi wilayah ini sampai sekarang masih dikelola oleh pemerintah RPH Sukoharjo, BKPH Bancar. 

    Untuk jalur menuju ke tempat wisata pantai Sowan, sangat mudah dijangkau karena letaknya yang tidak jauh dari jalan raya pantura, jalur utama Surabaya-Semarang. Dan jika kita ingin berkunjung ke tempat wisata ini, dari kota Tuban kita bisa langsung melalui jalur pantura. Mengikuti jalur Tuban - Semarang. Kurang lebih 40km dari pusat kota Tuban. Dan apabila kita tidak menggunakan kendaraan pribadi, kita tak perlu khawatir karena kita bisa menggunakan jasa transportasi. 

  Sarana transportasi umum yang beroperasi di sekitar wialayah tersebut sangat mudah kita dapatkan. Jika kita berangkat dari Surabaya, kita bisa naik angkutan bus antar kota antar provinsi (AKAP). Yaitu Bus dengan jurusan Surabaya-Semarang, yang biasanya terdapat tulisan 'Surabaya-Tuban-Semarang' di bagian depan bus. Dan jika kita berangkat dari kota Tuban, selain dapat menggunakan angkutan umum berupa bus jurusan Surabaya-Semarang, kita juga dapat naik angkutan umum berupa len (angkutan desa) jurusan Tuban-Bulu. Minta turun di pantai Sowan, rata-rata para sopir angkutan sudah mengerti lokasinya.

    Lalu jika kita berangkat dari kota Semarang, untuk yang menggunakan jasa angkutan umum kita juga dapat naik bus dengan jurusan yang sama, yang tersebut di atas. Yaitu bus jurusan Semarang-Tuban-Surabaya. Dan jika dari Rembang, langsung saja lurus mengikuti jalur pantura menuju Surabaya. Kurang lebih 45KM dari Kota Rembang kita sudah sampai di tempat wisata pantai sowan. Seperti yang telah disebutkan di atas, wisata pantai sowan memang sangat mudah dijangkau karena lokasinya yang tidak jauh dari jalur utama (jalur pantura) Tuban-Semarang.

    Demikian sedikit ulasan tentang tempat wisata alam, wisata pantai sowan yang ada di Desa Bogorejo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban - Jawa Timur.